PALU – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menginstruksikan pemerintah kabupaten dan kota melaksanakan apel siaga di wilayah rawan.
“Nanti silakan melakukan apel gelar pasukan, untuk yang belum pernah ada gelar pasukan atau apel siaga. Apel siaga dilakukan di masing-masing kabupaten/kota untuk melakukan upaya penanganan,” kata Anwar di Palu, dikutip dari Antarasulteng, Selasa (2/9/2026).
Apel siaga diperlukan untuk memastikan kesiapan personel, peralatan, serta koordinasi antarinstansi. Langkah ini diperkuat menyusul meningkatnya kejadian karhutla pada Agustus 2026.
Berdasarkan data BPBD Sulteng, sekitar 59 kejadian karhutla terjadi pada Agustus setelah sempat menurun dalam beberapa bulan. Secara total per 28 Agustus 2026, tercatat 87 kejadian karhutla dan 15 kejadian kekeringan di Sulteng.
Karhutla tersebar di Kabupaten Tojo Una-Una, Banggai, Banggai Kepulauan, Parigi Moutong, Buol, Tolitoli, Donggala, Sigi, Poso, dan Kota Palu.
Untuk itu, Gubernur meminta pemerintah kabupaten/kota meningkatkan sosialisasi bahaya karhutla. Ia juga meminta bupati menggerakkan seluruh kepala desa menggelar pertemuan di balai desa dengan mengundang masyarakat dan tokoh masyarakat.
Kepala desa dan lurah, kata dia, menjadi ujung tombak pencegahan karena paling dekat dengan masyarakat dan memahami kondisi wilayah.
Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar dan lebih berhati-hati terhadap sumber api, termasuk tidak membuang puntung rokok sembarangan.
Gubernur juga meminta pemerintah daerah menyiapkan simulasi penanganan karhutla agar petugas dan masyarakat memahami langkah yang harus dilakukan saat kebakaran terjadi.


















