MORUT – Insiden duel warga Desa Bungintimbe Morowali Utara yang diduga dipicu persoalan lahan itu membuktikan bahwa, lambannya Pemerintah dalam melakukan penyelesaian konflik agraria antara masyarakat lingkar sawit dan PT ANA.
Hal itu ditegaskan oleh Koordinator Aliansi Masyarakat Peduli Morowali Utara, Ambo Endre, Selasa (2/12/2025).
Ambo sangat menyayangkan kejadian konflik antar warga tersebut. Menurutnya, hal ini menunjukkan kegagalan Pemerintah dalam melindungi rakyatnya.
” Pemerintah harus bertanggung jawab atas kejadian tersebut, dan seharusnya pemerintah lebih agresif dalam melakukan penyelesaian konflik agraria di PT ANA,” tekannya.
Kata Ambo, Konflik agraria struktural yang melibatkan masyarakat lingkar sawit PT ANA ini sudah bertahun-tahun. Perjuangan warga dalam menyuarakan keadilan hak atas tanah telah banyak dilakukan.
” Namun sampai saat ini tindakan progresif dari Pemerintah belum juga kelihatan di lapangan,” sesalnya.
Olehnya, Ambo mendesak agar Pemerintah segera menunjukkan tindakan nyata dalam menyelesaikan konflik agraria yang sudah akut ini. Sehingga klaim antar warga bisa diselesaikan lewat jalur verifikasi dan validasi legalitas masyarakat yang lahannya ditanami oleh PT ANA.
” Jangan buat lagi masyarakat menunggu terlalu lama. Pemerintah harus segera turun tangan untuk bertindak dalam melakukan penyelesaian ini,” pintanya.
Terakhir, lanjut Ambo, aparat penegak hukum harus memberikan tindakan tegas kepada pihak yang melanggar hukum baik dari PT ANA maupun masyarakat.
” Persoalan ini harus dilihat secara utuh, karena memang ada oknum-oknum nakal yang melakukan pemanenan buah sawit tanpa di dasari oleh legalitas yang asli dan sah,” tutupnya.
SM

















