MORUT – Suasana tegang kembali menyelimuti areal perkebunan kelapa sawit PT Agro Nusa Abadi (ANA) Morowali Utara. Sengketa konflik lahan yang telah berlangsung lama akhirnya kembali meledak menjadi aksi kekerasan fisik. (10/3/26).
Hal itu menyusul adanya beberapa warga yang menjadi korban akibat terkena busur panah. Diduga kejadian ini melibatkan dua kelompok yang saling klaim lahan di areal PT ANA.

Saat ini sejumlah korban dikabarkan telah dilarikan ke Rumah Sakit Kolonodale untuk mendapatkan perawatan intensif. Kejadian ini pun memperpanjang catatan kekerasan yang terjadi di areal PT ANA.
Sementara itu, insiden berdarah yang berulang tersebut, memantik sejumlah pihak untuk mempertanyakan kehadiran Pemerintah dalam menyelesaikan konflik lahan yang sudah akut ini.
Pemerintah dinilai lamban dalam melakukan proses tahapan penyelesaian. Sehingga berdampak pada konflik horizontal antar warga.
” Pemerintah harus gerak cepat (gercep) untuk menyelesaikan persaoalan ini, karna Ini penting agar warga mendapatkan kepastian hukum dan rasa keadilan,” kata salah satu Badan Pimpinan Serikat Petani Petasia Timur (SPPT), Samsul.
” Pemerintah harus menjadi wasit yang adil atas konflik agraria antara warga dengan perusahaan,” tutupnya.
SM

















