BANGKEP – Masyarakat adat di berbagai daerah di Indonesia seringkali mengintegrasikan penanaman jagung dengan ritual dan tradisi adat yang telah diwariskan turun-temurun, sebagai bagian dari menjaga ketahanan pangan dan pelestarian budaya.
Sama hal dengan Pengurus Daerah Aliansi Masyarakat Adat Nusanta (AMAN) Banggai Kepulauan pada Sabtu 26 Juli kemarin melakukan penanaman jagung di Komunitas masyarakat adat Saleati Kecamatan Liang.
” Kegiatan yang dilakukan ini adalah salah satu bentuk dukungan AMAN terhadap program pemerintah dalam hal ketahan pangan nasional,” kata Ketua PD AMAN Bangkep, Ahmad Tobunggu.
Sebelum penanaman jagung, lanjut Ahmad, AMAN Bangkep terlebih dahulu melakukan kegiatan pemetaan partisipatif.
Pentingnya pemetaan wilayah adat tidak dapat dilepaskan dari kebutuhan dasar masyarakat adat untuk mendapatkan pengakuan atas tanah, serta perlindungan terhadap budaya, sumber daya alam, dan identitas.
” Masih banyak wilayah adat yang belum terpetakan juga menjadi tantangan bagi penggiat pemetaan partisipatif dalam mendorong pengakuan hak Masyarakat adat atas ruang hidupnya,” ungkapnya.
Sementara itu Kepala Desa Saleati, Amir Tanding sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh kelompok usaha masyarakat adat tersebut.
” Kegiatan seperti ini dipandang sangat perlu untuk eksistensi masyarakat adat itu sendiri,” tuturnya.
SM

















