BANGGAI – Ratusan Warga Trans Mayayap dan Desa Mayayap terpantau telah bermalam dengan membangun tenda, sejak Kamis siang (5/3/2026) hingga hari ini, di jalan tambang.
Hal itu dilakukan para warga karna sampai saat ini belum ada kejelasan nyata dari pihak PT Integra Mining Nusantara (IMN) untuk menyelesaikan kompensasi lahan sawah yang terkena dampak akibat dari operasional perusahaan.
” Kami akan terus bertahan dan berjuang untuk menuntut hak kami,” kata salah satu warga. (6/3/2026).
Warga menegaskan kembali bahwa aksi mereka bukan untuk membuat kericuhan akan tetapi memperjuangkan apa yang menjadi hak mereka selama ini. Mereka berjanji akan tetap bertahan sampai dengan tuntutan mereka direalisasikan.
” Kami akan terus ba tenda disini sampai ada kejelasan penyelesaian dari perusahaan,” tegas warga.
Diketahui bahwa, puluhan hektar sawah para petani yang dikelola menjadi penopong ekonomi sebagai penghidupan, kini menjadi susut karna ganasnya eksploitasi sumber daya alam dalam bentuk tambang yang menggerogoti ruang hidup petani.
REKOMENDASI GUBERNUR
Warga yang terkena dampak dari aktivitas tambang tersebut melakukan aksi bukan tanpa alasan, pasalnya Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid dalam rekomendasinya telah menugaskan PT Integra Mining Nusantara untuk :
1. Memberikan kompensasi kepada warga Desa mayayap dan Trans Mayayap yang sawahnya terdampak.
2. Melakukan pemulihan tehadap lahan persawahan yang terdampak.
3. Melakukan pemulihan normalisasi sungai sarana bendung dan jaringan irigasi yang terdampak.
4. Untuk dapat menghentikan operasional dan aktivitas pertambangan bilamana ketentuan tersebut belum dapat dipenuhi.















