Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250 Example 728x250
Umum

Kepala Perwakilan Komnas HAM Sulteng, Livand Breemer Bantah Tudingan Terlibat Pengelolaan Emas Di Poboya

29
×

Kepala Perwakilan Komnas HAM Sulteng, Livand Breemer Bantah Tudingan Terlibat Pengelolaan Emas Di Poboya

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PALU – Kepala Perwakilan Komnas HAM Sulawesi Tengah, Livand Breemer angkat bicara dan membantah tudingan yang menyatakan bahwa dirinya terlibat dalam aktivitas pengelolaan emas di Poboya atau memiliki kolam perendaman.

” Semua dugaan itu harus bisa dibuktikan agar tidak menjadi fitnah. Saya tidak pernah mendapatkan atau mengelola emas di Poboya,” jelas Livand.(10/3/2026).

Example 300x600

Namun kata Livand, ia tidak menampik bahwa adanya tawaran atau janji pemberian kolam perendaman sebagai bentuk ucapan terima kasih atas keluarnya rekomendasi Gubernur Sulawesi Tengah terkait penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR). Tawaran itu tidak pernah ia respons.

“Itu hanya sebatas janji. Saya juga tidak pernah menjawab apakah menerima atau tidak. Sekarang silakan dibuktikan saja,” ungkapnya.

Sebelumnya, ratusan warga yang mengatasnamakan aliansi mahasiswa dan masyarakat mendatangi Kantor Perwakilan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Provinsi Sulawesi Tengah, Senin (9/3/2026) siang.

Aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap Kepala Perwakilan Komnas HAM Sulteng, Livand Breemer, terkait sejumlah pernyataannya mengenai aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI).

Massa menyampaikan kekecewaan terhadap sikap Livand yang dinilai keras menyoroti aktivitas PETI, namun di sisi lain dituding memiliki keterkaitan dengan aktivitas pertambangan di kawasan Poboya.

Klarifikasi Pihak yang Disebut

Dikutip dari FAKTALENSA bahwa Sr (inisial), yang disebut-sebut sebagai pihak yang menjanjikan kolam perendaman kepada Livand, membantah tudingan tersebut.

‎Ia menjelaskan bahwa rencana pemberian kolam itu bukan berasal dari dirinya, melainkan dari dua rekannya yang saat itu tengah membangun kolam perendaman di kawasan tambang.

“Bukan saya yang menjanjikan. Itu oleh dua teman kami, inisial A dan H. Mereka yang sempat menyampaikan akan memberikan satu kolam kepada Livand sebagai bentuk ucapan terima kasih jika persoalan tambang selesai dengan baik. Tapi itu belum pernah terealisasi,” jelasnya.

‎Sr mengaku memiliki hubungan pertemanan baik dengan berbagai pihak, termasuk Livand. Ia juga menyebut Livand sebagai sosok yang memiliki integritas tinggi.

‎Menurutnya, Livand bahkan pernah menolak tawaran uang dalam jumlah besar yang dikaitkan dengan penyelesaian persoalan pertambangan.

‎“Setahu saya, beliau pernah menolak tawaran uang miliaran rupiah jika masalah tambang itu tidak berpihak pada masyarakat,” ujarnya.







Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 120x600