Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250 Example 728x250
Umum

Karna lambannya Proses Penyelesaian Konflik Agraria Di PT ANA, Inilah Sejumlah Kritikan Warga Pada Bupati Morut dan Gubernur Sulteng

355
×

Karna lambannya Proses Penyelesaian Konflik Agraria Di PT ANA, Inilah Sejumlah Kritikan Warga Pada Bupati Morut dan Gubernur Sulteng

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MORUT – Bupati Morowali Utara dan Gubernur Sulawesi Tengah dinilai lamban menangani proses penyelesaian konflik agraria antara warga lingkar sawit dan PT Agro Nusa Abadi (ANA).

” Padahal semua rangkaian sudah dikerjakan di jaman Gubernur Cudi. Mulai dari pembentukan tim verifikasi dan validasi Desa, dan hasilnya diserahkan ke Pemkab dan Pemprov,” kata Serikat Petani Petasia Timur (SPPT), Rusli Dg Mapille. (15/9/2025).

Example 300x600

Namun anehnya lagi kata Rusli, sekarang di ke pemimpinan Gubernur, Anwar hafid, kembali lagi mengerjakan pembentukan tim.

” Kalau hanya berputar terus dipembentukan tim. Maka yang ada penyelesaian konflik agraria ini hanya akan berjalan ditempat,” jelasnya.

Warga meminta agar Pemkab, Pemprov maupun Satgas PKA tegas dan serius menyelesaikan konflik agraria dilingkar PT ANA yang sudah berlangsung sekitar 18 tahun lamanya.

Surat Bupati Morut Di kritik

Surat Bupati Morut bernomor 500.15/440/DNKT/IX/2025 tertanggal 9 september menuai sejumlah kritikan. Pasalnya, surat tersebut memuat hasil rapat Pemerintah Daerah dengan pihak PT ANA dan Serikat Pekerja Mandiri di Perusahaan tersebut.

Menurut Rusli, rapat tersebut dinilai lebih berpihak kepada perusahaan. Seharusnya, Pemda kalau ingin serius segera kerjakan kerangka kerja yang telah di rapatkan bersama Pemprov, Satgas PKA pada 21 juli 2025 kemarin.

” Harusnya sudah lebih cepat mengevaluasi hasil verifikasi dan validasi yang sudah di serahkan Desa. Agar tidak mengulur ulur waktu,” ungkapnya.

Berbelit-belitnya proses penyelesaian konflik agraria dilingkar PT ANA, memberi kesan bahwa para pemangku kebijakan saling lempar bola panas. Sehingga dampaknya, warga terombang-ambing dalam pusaran konflik tanpa ada kepastian dan solusi nyata dari Pemerintah Kabupaten maupun Provinsi.

” Bahkan dari sekian banyaknya konflik agraria khususnya di Morowali Utara. Bupati dan Gubernur tak pernah angkat bicara soal konflik dan pelanggaran perusahaan PT ANA. Ada apa ?,” tegas Warga.

Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 120x600