Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250 Example 728x250
Umum

Pulihkan Lahan Kritis, KPH Balantak bersama Kemitraan Gelar Bimtek RHL

26
×

Pulihkan Lahan Kritis, KPH Balantak bersama Kemitraan Gelar Bimtek RHL

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BANGGAI – Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Balantak bersama Balai Pengelolalaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) dan Lembaga KEMITRAAN melakukan Bimbingan Teknis (Bimtek) kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan pada Rabu (18/2/2026).

Bertempat di Kantor KPH Balantak, Mangkio Baru Luwuk Banggai. Kegiatan tersebut dihadiri berbagai perwakilan masyarakat dari beberapa desa yaitu Desa Lomba, Balaan serta kelompok perhutani sosial.

Example 300x600

Kepala KPH Balantak, Anang menjelaskan, KPH adalah unit pengelola hutan di tingkat tapak yang berfungsi sebagai ujung tombak dalam rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) serta pengelolaan lestari.

Dengan wilayah kerja utama meliputi kawasan hutan di Kecamatan Balantak, Balantak Selatan, dan Balantak Utara. Selain itu, wilayah kelola KPH Balantak juga menjangkau area di Kecamatan Bualemo

” KPH bertugas memulihkan lahan kritis, menanam bibit, dan melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis hasil hutan non-kayu,” jelasnya.

Anang juga mengungkapkan bahwa saat ini terdapat lahan kritis seluas 4. 817 dalam kawasan hutan dan 2.137 di luar kawasan hutan.

Sehingga KPH Balantak berkomitmen untuk terus melaksanakan pengelolaan hutan yang lestari, produktif, dan berwawasan lingkungan demi keberlanjutan hutan dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Sementara itu Lembaga KEMITRAAN, Yusman mengatakan, kegiatan Bimtek ini adalah tahapan pra kondisi untuk mempersiapkan sebelum masuk dalam fase penanaman.

” Bimtek ini untuk memberikan pemahaman kepada kelompok warga yang menjadi subjek penerima bibit dan sebagai garda terdepan dalam kegiatan RHL,” katanya.

Yusman juga menjelaskan, pelaksanaan Bimtek serentak dilakukan di beberapa wilayah yaitu antara lain zona 1 meliputi KPH Banawa Lalundu, Kulawi, Dolago, Tanggunung dan Tahura. Untuk zona 2 meliputi KPH Gunung Dako, KPH Dampelas Tinombo dan KPH Pogogul.

Kemudian di zona 3 meliputi KPH Situwu Maroso, KPH Tepe Asa Aroa Morowali Utara dan KPH Tepe Asa Maroso di Morowali. Sedangkan di zona 4 meluputi KPH Balantak, KPH Pulau Peling serta KPH Toili Baturube.

” Nah kegiatan Bimtek di empat zona saat ini semuanya sedang berlangsung,” tuturnya.

Yusman menambahkan, kegiatan RHL ada empat bentuk modelnya yaitu terdiri dari hutan rakyat, rehabilitasi perhutanan sosial, rehabilitasi hutan dan lahan diwilayah non PS serta penghijauan lingkungan.

” Kegiatan rehabilitasi ini mendorong adanya pemulihan ekosistem hutan yang tadinya di klasifikasi data terdapat lahan kritis. Selain itu juga agar Sulawesi Tengah dapat pulih hutannya,” jelasnya.

” Khusus untuk rehabilitasi hutan dan rakyat, setiap lokasi ada 20 Hektar di wilayah KPH. Untuk non PS dan penghijauan lingkungan kita akan distribusikan bibit. Semuanya itu sudah tertuang dalam dokumen perencanaan,” tutupnya.

SM

Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 120x600